Pasaman – titiktv.com — Ancaman longsor akibat rusaknya kawasan hutan menjadi perhatian Komunitas Sayang Bumi Pasaman (KSBP).
Menyasar kawasan rawan longsor di Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, KSBP melakukan aksi penghijauan dengan menanam sekitar 100 bibit pohon, Minggu (13/9/2026).

Lokasi penanaman merupakan kawasan yang sebelumnya mengalami penebangan dan pembukaan lahan oleh masyarakat untuk aktivitas perkebunan.
Ketua KSBP, Afnita, menegaskan masyarakat tetap diperbolehkan berkebun. Namun, aktivitas tersebut tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan fungsi hutan.

“Silakan berkebun, tetapi jangan menggunduli hutan. Silakan membuka lahan, tetapi tetap lakukan peremajaan dan tanam kembali pohon-pohon yang bisa menahan atau mengantisipasi tanah longsor,” tegas Afnita.

Menurut Afnita, pembukaan lahan tanpa diikuti penanaman kembali dapat memperbesar risiko kerusakan lingkungan dan bencana longsor, terutama di kawasan yang memiliki kontur tanah rawan.

Karena itu, KSBP mendorong masyarakat tidak hanya memanfaatkan lahan, tetapi juga bertanggung jawab menjaga kembali tutupan vegetasi.
Dalam aksi kali ini, sekitar 100 bibit pohon durian, matoa, petai, jengkol, dan alpukat. ditanam di kawasan tersebut.

KSBP berharap tanaman yang ditanam dapat tumbuh menjadi vegetasi penguat tanah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Aksi penghijauan ini turut dihadiri Abdi Yusran, Wali Nagari Aia Manggih, dan Herizon, Wali Nagari Aia Manggih Selatan.

KSBP menilai menjaga hutan bukan berarti melarang masyarakat berkebun. Sebaliknya, pemanfaatan lahan harus dilakukan dengan tetap mempertahankan keseimbangan lingkungan.
“Berkebun boleh, tetapi jangan sampai hutan habis. Setelah membuka lahan, tanam kembali,” pesan Afnita.(001)
