PADANG — titiktv.com — Ketua Serikat Pekerja Bank Nagari, Budi Lica Chandra, menilai keberadaan Bank Pembangunan Daerah (BPD) memiliki dampak langsung terhadap pembangunan dan perekonomian daerah dibandingkan bank yang berorientasi nasional.

Menurut Budi, ada sejumlah keunggulan BPD yang perlu menjadi pertimbangan dalam kebijakan pengelolaan keuangan pemerintah daerah.

Pertama, dividen BPD setiap tahun dapat kembali kepada pemerintah daerah sebagai pemegang saham. Dividen tersebut dapat menjadi salah satu sumber pendapatan yang mendukung pembiayaan pembangunan daerah.

Kedua, BPD juga memiliki kontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, yang diarahkan untuk mendukung pembangunan dan membantu masyarakat di daerah.

Ketiga, BPD dinilai memiliki ruang untuk menawarkan suku bunga dan margin yang kompetitif, khususnya karena memahami karakteristik ekonomi serta kebutuhan masyarakat di wilayah operasionalnya.

Keempat, konsep “dari daerah untuk daerah” membuat pembiayaan yang disalurkan BPD dapat diarahkan untuk mendukung pelaku UMKM, usaha lokal, petani, pedagang, serta sektor ekonomi masyarakat lainnya.

Budi menilai, keberadaan BPD bukan hanya berkaitan dengan aktivitas perbankan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan perputaran ekonomi daerah.

“BPD memiliki fungsi strategis karena keberadaannya tumbuh bersama daerah. Aktivitas perbankan yang dilakukan dapat memberikan manfaat kembali bagi pemerintah dan masyarakat daerah,” ujar Budi.

Menurutnya, karena itu, keberadaan dan peran BPD perlu dipandang dalam konteks yang lebih luas, tidak semata-mata dari sisi layanan perbankan, tetapi juga kontribusi terhadap pendapatan daerah, pembiayaan ekonomi lokal, dan pembangunan masyarakat.

“Dari daerah, untuk daerah,” menjadi salah satu prinsip yang menurut Budi penting dalam memperkuat peran BPD di tengah persaingan industri perbankan.(001)