KABUPATEN SOLOK – titiktv.com – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan komoditas cengkeh masih menjadi salah satu sektor perkebunan unggulan yang memiliki prospek besar dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Untuk mendukung pengembangan sentra cengkeh di Kabupaten Solok, Pemerintah Provinsi Sumbar menyiapkan berbagai program, termasuk pembangunan jaringan irigasi dan jalan usaha tani.

Komitmen tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri panen raya cengkeh di kawasan perkebunan seluas sekitar 400 hektare di Bukit Batu Agung, Jorong Subarang, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Mahyeldi, potensi perkebunan cengkeh di Sumatera Barat masih sangat besar. Bahkan, berdasarkan laporan kelompok tani setempat, hasil panen tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk terus memperkuat sektor perkebunan cengkeh sebagai sumber penghasilan masyarakat.

Untuk menjaga produktivitas tanaman, Pemprov Sumbar akan mendorong pembangunan sarana pengairan yang memanfaatkan sumber air di sekitar kawasan perkebunan. Ketersediaan air yang memadai diyakini dapat membantu petani meningkatkan kualitas perawatan tanaman sekaligus mendukung efektivitas pemupukan.

Selain itu, Mahyeldi juga memastikan dukungan pembangunan jalan usaha tani guna memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil panen. Ia menyebut pembangunan akses jalan akan dilakukan secara bertahap melalui sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi sehingga aktivitas ekonomi di kawasan perkebunan dapat berjalan lebih efisien.

Tak hanya fokus pada peningkatan produksi, Mahyeldi juga mendorong pengembangan hilirisasi komoditas cengkeh. Menurutnya, selain bunga cengkeh, daun cengkeh memiliki potensi ekonomi yang besar karena dapat diolah menjadi minyak atsiri bernilai jual tinggi. Untuk itu, diperlukan dukungan perguruan tinggi dan dunia usaha agar potensi tersebut mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi petani.

Sementara itu, Bupati Solok, Jon Firman Pandu, mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap pengembangan perkebunan cengkeh dan percepatan penanganan pascabencana di daerahnya. Ia berharap dukungan yang diberikan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sumbar, Afniwirman, menyebut Kabupaten Solok masih menjadi salah satu sentra utama produksi cengkeh di Sumatera Barat. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong peningkatan kualitas budidaya, pengolahan hasil panen, serta pengembangan minyak atsiri dari daun cengkeh guna meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani. (Ara)